Bukan Sekedar....
seperti air yang mengalir dari lereng-lereng gunung yang kokoh menjadi debur ombak laut yang mencari kelok-kelok sungai mencoba mendinginkan isi kepalaku dari bayang-bayang wajahmu.
seperti butiran debu jalanan yang sibuk menerbangkan keabu-abuannya pada setiap helai rambut dan kulitku.
seperti partikel-partikel atom yang siap meledakkan inti nukleusnya.
seperti itulah cintaMenyesakkan ruang-ruang di jantungku yang sempit berlomba dengan aliran darah yang mengisi rongga paru-paruku.
Sayap-sayapku terbakar oleh api cemburu setiap kali angin menyentuh kulitmu, setiap kali pandanganmu berpaling.
Aku terbunuh oleh kerinduan yang beratTertatih-tatih memunguti hati yang telah memecah.
seperti air yang mengalir dari lereng-lereng gunung yang kokoh menjadi debur ombak laut yang mencari kelok-kelok sungai mencoba mendinginkan isi kepalaku dari bayang-bayang wajahmu.
seperti butiran debu jalanan yang sibuk menerbangkan keabu-abuannya pada setiap helai rambut dan kulitku.
seperti partikel-partikel atom yang siap meledakkan inti nukleusnya.
seperti itulah cintaMenyesakkan ruang-ruang di jantungku yang sempit berlomba dengan aliran darah yang mengisi rongga paru-paruku.
Sayap-sayapku terbakar oleh api cemburu setiap kali angin menyentuh kulitmu, setiap kali pandanganmu berpaling.
Aku terbunuh oleh kerinduan yang beratTertatih-tatih memunguti hati yang telah memecah.
Posting Komentar