siang itu, iseng2 aku dan teman
jalan2 ke toko buku kesukaan ku, togamas. sebenernya gak niat pengen beli
novel, tapi ternyata gak bisa,, akhirnya pulang dengan 2 buku, Mother bukan
monster nya Gola gong dan My Avilla nya Ifa Avianti. oke, kali ini cuma pengen
berbagi sedikit tentang My Avilla. mbak ifa, ( hehe, sok kenal nih ceritanya)
sependek pengetahuan saya memang suka membuat novel yang romantis seperti
beberapa nih contoh nya, janji matahari, jodoh dari syurga juga facebook
on love 1 dan 2. tapi memnag bukan cerita yang menye2 juga. hehe
dan ternyata, nih buku jadi juara
III nya dari Lomba penulisan novel inspiratif nya Indiva looh,, :D. Novel ini
termasuk "berat" sebenarnya, awal membaca nya agak bingung juga, tapi
lama lama bisa juga dicerna, dan saya harus berkaca-kaca karenanya.
dengan tokoh utama Margriet, Tudy dan Fajar. tentang pergolakan hati ketiga
nya. atas pencarian akan Tuhan. ini nih sedikit sinopsis nya,
Judul : My Avilla
Genre: Novel Dewasa
Penerbit: Indiva Media Kreasi
Harga : Rp 26.000
Pernahkah engkau merasakan kagum
yang sangat kepada seseorang? Kagum yang tak pernah sanggup engkau ungkapkan,
karena orang yang kau kagumi itu, justru pesaingmu sendiri? Ya, Trudy begitu
terpesona kepada Margriet. Sang kakak itu, seperti diciptakan untuk sebuah
kesempurnaan. Kecantikannya, kelembutannya, kecemerlangan hatinya, selalu
membuat ia merasa menjadi sosok terburuk, terkasar, dan terjahat sedunia, saat
bersanding dengannya.
Dengan apa yang dimiliki, lelaki
terhebat di dunia pun, mungkin akan bangga bersanding dengan Margriet. Tetapi,
mengapa justru dengan sang kakak ia harus terlibat cinta segitiga?
Ia sungguh tak sanggup melihat
Fajar, lelaki yang ia cintai, sering dengan begitu mesra memanggil Sang
Margriet dengan sebutan “My Avilla.” Nyata-nyatanya, Margriet ternyata lebih
memilih lelaki bule mualaf, Phill. Lelaki tampan yang periang dan terpelajar,
yang juga telah menyemaikan benih kasih-sayang di hati Margriet, sang istri.
Namun, Trudy tahu, alunan cinta di
jiwa Fajar, tak lekang karena pernikahan itu …. Bahkan, ketika akhirnya ia dan
Fajar telah nyaris sejengkal memasuki gerbang pernikahan, mendadak ia
menyadari, bahwa ia tak memiliki kelembutan jiwa setara Margriet, yang akan
mampu dengan ikhlas menerima Fajar yang menjadi cacat itu apa adanya.
Novel ini adalah drama cinta nan
romantis. Tentu saja cinta yang memberikan lautan inspirasi. Namun, tentu saja
tak sekadar jalinan cinta yang ditengahkan. Pencarian Phill dan Fajar akan
Tuhan, telah membuat novel ini dengan sendirinya mengusung pencerahan. Phill
yang sebelumnya non muslim, dan Fajar yang bersekolah teologi di Roma. Mereka,
sama-sama menemukan cahaya. Sama-sama menemukan Tuhannya.
okee,, selamat membaca :D